Akulturasi Islam dan Tradisi Masyarakat Lombok
DOI:
https://doi.org/10.69943/89wm0b66Keywords:
Masyarakat Sasak, Tradisi, Akulturasi IslamAbstract
Aktualisasi Islam dalam lintasan sejarah telah menjadikan Islam tidak dapat dilepaskan dari aspek lokalitas, mulai dari budaya Arab, Persi, Turki, India sampai Melayu. Masing-masing dengan karakteristiknya sendiri, tapi sekaligus mencerminkan nilai-nilai ketauhidan sebagai suatu unity sebagai benang merah yang mengikat secara kokoh satu sama lain. Islam sejarah yang beragam tapi satu ini merupakan penerjemahan Islam universal ke dalam realitas kehidupan umat manusia. Relasi antara Islam sebagai agama dengan adat dan budaya lokal sangat jelas dalam kajian antropologi agama. Dalam perspektif ini diyakini, bahwa agama merupakan penjelmaan dari sistem budaya. Berdasarkan teori ini, Islam sebagai agama samawi dianggap merupakan penjelmaan dari sistem budaya suatu masyarakat Muslim. Sementara akulturasi Islam dan budaya Sasak di Lombok menghasilkan tradisi unik yang memadukan ajaran Islam dengan kearifan lokal, seperti roah kembian, roah jumat, begawe, nyongkolan, bau nyale, beseribu (tahlilan), perang topat, ziarah makam keramat dan merariq. Tradisi ini umumnya mencakup doa bersama dan nilai silaturahmi, menunjukkan kreativitas masyarakat Lombok terdahulu dalam berdakwah dan melaksakan ritual tradisi Lombok yang masih eksis sampai saat ini.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
















