Gambaran Kecerdasan Moral pada Remaja yang Bermain Game Online di Desa Tinggiran II Luar Kecmatan Tamban Kabupaten Barito Kuala
DOI:
https://doi.org/10.69943/jdgv1149Keywords:
Moral Intelligence, Adolescents, Online GamesAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecerdasan moral pada remaja yang bermain game online di Desa Tinggiran II Luar Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat perkembangan moral tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi lapangan. Subjek penelitian adalah tiga orang remaja berusia 12–18 tahun yang aktif bermain game online (Mobile Legends, Free Fire, dan PUBG Mobile). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh aspek kecerdasan moral menurut Borba, yaitu empati, hati nurani, kontrol diri, rasa hormat, kebaikan hati, toleransi, dan keadilan, terefleksikan dalam perilaku remaja saat bermain game online. Remaja tidak sekadar berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjaga kerja sama tim, bersikap adil, dan memperlakukan sesama pemain dengan baik. Faktor pendukung meliputi nilai-nilai positif dalam game, peran keluarga, pengaruh sekolah, teman sebaya, dan fitur moderasi dalam platform game. Faktor penghambat mencakup komunitas toxic, kecanduan, kesulitan mengelola emosi, dan minimnya edukasi moral digital. Pendampingan dari keluarga, sekolah, dan komunitas terbukti esensial untuk memaksimalkan potensi game online sebagai media pembentukan karakter moral remaja.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
















