Fenomena Fatherless dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling Islam: Suatu Studi Pustaka
DOI:
https://doi.org/10.69943/18w7bz62Keywords:
Fatherless, Bimbingan dan Konseling Islam, Studi PustakaAbstract
Fenomena fatherless atau ketiadaan figur ayah dalam keluarga merupakan masalah sosial yang terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini tidak hanya terbatas pada ketiadaan fisik ayah akibat perceraian, kematian, atau tuntutan pekerjaan, tetapi juga pada ketidakhadiran emosional ketika ayah secara fisik ada namun tidak terlibat dalam pengasuhan anak. Dampaknya sangat kompleks, mulai dari gangguan psikologis berupa rendahnya harga diri, kecemasan, dan depresi, hingga permasalahan sosial seperti kenakalan remaja dan kesulitan menjalin relasi interpersonal. Bahkan, secara spiritual, anak kehilangan figur teladan dalam penginternalisasian nilai-nilai agama. Sejumlah penelitian sebelumnya telah membahas fenomena ini dari sudut pandang psikologi dan sosiologi, namun kajian dalam perspektif Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) masih terbatas. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber, baik buku, jurnal ilmiah, artikel, maupun literatur keislaman klasik seperti tafsir dan hadis. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menekankan pada integrasi konsep modern tentang fatherless dengan ajaran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam menegaskan peran ayah sebagai pemimpin, pelindung, dan pendidik keluarga yang tidak tergantikan. Dalam perspektif BKI, penanganan fenomena fatherless dapat dilakukan melalui penguatan nilai spiritual, pendampingan emosional bagi anak, pemberdayaan ibu sebagai figur substitusi, serta dukungan komunitas berbasis nilai Qur’ani dan Nabawi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan layanan konseling Islami dalam menghadapi tantangan keluarga modern.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
















