Perilaku Tercela Bagi Penumpuk Harta QS. Al-Humazah dalam Perspektif Ekonomi Islam
DOI:
https://doi.org/10.69943/t046r007Keywords:
Menumpuk Harta, Al-Humazah, Perilaku TercelaAbstract
Tindakan yang tepat – baik politik, agama, sosial, maupun ekonomi – dipandang oleh Al-Qur'an sebagai ibadah atau pengabdian kepada Tuhan. Karena alasan ini, Al-Qur'an sangat menekankan nilai-nilai moral dan faktor-faktor psikologis yang membentuk kerangka kerja yang sehat bagi perilaku manusia. Di antaranya adalah penekanan pada pengaturan dan pengembangan kekayaan, sebagaimana diatur oleh hukum Islam (Syariah). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi lebih dalam kritik Al-Qur'an, khususnya dalam Surah al-Humazah, terhadap mereka yang mengumpulkan kekayaan, mengingat dalam realitas saat ini, tindakan mengumpulkan kekayaan seringkali dianggap normal dan dapat diterima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, dengan menggunakan literatur yang relevan sebagai referensi yang selaras dengan tema. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa akumulasi kekayaan tidak dianggap terlarang dalam Islam jika zakat wajib telah dibayarkan. Dalam memenuhi kewajiban ini, pemilik kekayaan diajarkan untuk tidak hanya berfokus pada keuntungan pribadi, tetapi juga mempertimbangkan kondisi orang lain – terutama sesama manusia yang mungkin membutuhkan bantuan. Oleh karena itu, Islam mendorong rasa tanggung jawab sosial dan tidak menganjurkan penimbunan kekayaan secara egois.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
















