Menjadi Muslim Urban: Negosiasi Identitas dan Kesalehan Anak Muda Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.69943/t5c3ec13Keywords:
Anak Muda Muslim Urban, Identitas, Komunitas IslamAbstract
Anak muda urban di Indonesia semakin menonjol dalam dua dekade terakhir, seiring dengan laju urbanisasi, globalisasi, dan perkembangan teknologi digital. Anak muda urban Muslim tidak hanya menjadi konsumen budaya populer, tetapi juga aktor penting dalam membangun identitas keislaman di ruang publik, baik melalui komunitas hijrah, dakwah digital, maupun praktik sehari-hari. Artikel ini mengkaji dinamika anak muda urban yang menegosiasikan identitas, membentuk komunitas, serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik kewarganegaraan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dan analisis wacana untuk menyoroti bagaiamana anak muda membentuk urban Muslim. Artikel ini menunjukkan bahwa anak muda Muslim urban membangun identitas hibrid yang memadukan religiusitas dengan gaya hidup modern, mengembangkan solidaritas melalui komunitas hijrah, dan memperluas peran sosial-politik melalui ruang digital. Artikel ini menegaskan bahwa proses menuju urban Muslim merupakan respons kreatif anak muda terhadap tantangan modernitas sekaligus bentuk baru keberagamaan di era global.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
















