Konsep Dzikir Perspektif Ahmad Khatib Sambas dan Relevansinya Terhadap Resiliensi Diri di Era Modern
DOI:
https://doi.org/10.69943/x4p4gd38Keywords:
Dzikir, Ahmad Khatib Sambas, Resiliensi DiriAbstract
Konsep dzikir menurut Ahmad Khatib Sambas, seorang ulama besar asal Kalimantan, memiliki peranan signifikan dalam penguatan spiritualitas dan pembentukan karakter pribadi yang resilien. Dzikir dalam ajarannya tidak hanya dipahami sebagai ritual keagamaan, melainkan sebagai sarana untuk mencapai ketenangan batin, kekuatan mental, dan kedekatan dengan Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman dzikir menurut Ahmad Khatib Sambas serta menganalisis kontribusinya dalam meningkatkan resiliensi diri seseorang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengungkap bahwa praktik dzikir yang dilakukan secara konsisten dan tulus mampu memberikan kedamaian spiritual serta dorongan mental yang kuat. Temuan menunjukkan bahwa dzikir menjadi alat efektif dalam membantu individu menghadapi tantangan hidup, mengembangkan ketahanan psikologis, serta membentuk karakter yang tegar dan penuh harapan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa dzikir menurut Ahmad Khatib Sambas merupakan sarana penting dalam membangun pribadi yang resilien dan spiritual.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
















