Telaah Pemikiran Jawdat Saʿīd dalam Konteks Hadis: Analisis Hermeneutik atas Konsep Jihad, Perdamaian, dan Ilmu
Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi pemikiran Jawdat Saʿīd, seorang reformis Islam terkemuka, yang menempatkan nirkekerasan (nonviolence) sebagai prinsip teologis dan moral fundamental dalam ajaran Islam. Saʿīd mengembangkan konsep Mazhab Anak Pertama Adam (Habil), yang menjadikan penolakan Habil terhadap kekerasan sebagai sunnatullah yang wajib diteladani. Urgensi kajian ini terletak pada relevansi pemikiran Saʿīd dalam merespons krisis radikalisme dan kekerasan berbasis agama kontemporer, yang menuntut reinterpretasi moderat atas teks-teks suci. Melalui pendekatan kualitatif dan metode analisis isi, penelitian ini menelusuri bagaimana Saʿīd menggunakan hermeneutika maqāṣid (tujuan moral) dan rasionalitas dalam menafsirkan hadis-hadis, terutama yang berkaitan dengan jihad dan perubahan sosial. Saʿīd menolak tafsir literalistik hadis perang dan sebaliknya, menggeser makna jihad dari agresi militer menjadi perjuangan epistemik dan moral melawan kebodohan, tirani, dan penyalahgunaan kekuasaan, sesuai dengan hadis tentang "berkata benar di hadapan penguasa zalim." Temuan menunjukkan bahwa hermeneutika Saʿīd terhadap hadis menciptakan transformasi epistemologis, menegaskan bahwa inti ajaran Nabi Muhammad SAW adalah keselamatan (al-silm), keadilan (al-'adl), dan pengembangan akal. Pemikiran ini relevan sebagai cetak biru intelektual bagi moderasi beragama (wasathiyah) dan aktivisme damai, yang berupaya membangun teologi perdamaian Islam yang humanistik, inklusif, dan responsif terhadap tuntutan kemanusiaan universal di era modern.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Al-Hikmah: Journal Communication and Islamic Broadcasting

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
















